Nama : AZHAR AMIR, SKM
TTL : Bukaka, 23 Mei 1990
Pendidikan : Alumni Universitas Muslim Indonesia di Fak. Kesehatan Masyarakat
Alamat : Perumahan Telkomas Jl. Radio blok B12
Makassar Sul-Sel
No.Hp : 081242385010
- Pendidikan - Kebudayaan - Religius - Environment Health - Filsafat dan Retorika - Democration
Sabtu, 16 Februari 2013
Minggu, 28 Oktober 2012
Badik (Kawali) Bugis-Makassar
Badik atau badek adalah pisau yang memiliki bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar, mempunyai sisi tajam tunggal ataupun ganda, berbentuk asimetris dan bilahnya kadang kala dihiasi dengan Pamor
Menurut masyarakat Bugis dan Makassar setiap jenis badik memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi konsidi, keadaan dan proses kehidupan pemiliknya. Badik
dipergunakan bukan hanya untuk membela diri atau berburu, tetapi juga
merupakan suatu identitas diri dari suatu kelompok etnis atau
kebudayaan. Badik tidak hanya terdapat di Makassar tetapi juga ada di
daerah Bugis dan Mandar, tentunya dengan nama dan bentuk yang
berbeda.Secara umum badik terdiri atas 3 bagian yaitu : hulu (gagang),
bilah (besi) dan sebagai pelengkap adalah Banoang (sarung badik).
Didaerah Sulawesi Selatan khususnya daerah Bugis dan Makassar, badik
dijadikan sebagai lambang kedewasaan seseorang. Pemberian badik dari
seorang ayah kepada anaknya menandakan bahwa anak tersebut telah dewasa
dan mampu diberikan tanggung jawab (amanah), bukan untuk dipakai pamer
tetapi juga bagaimana anak tersebut mampu menjaga dirinya untuk tidak
memakai badik tersebut, Sele' Bassi perlambang dari sikap dewasa, mampu
menjaga siri'na bukan hanya dari fisik tetapi dewasa juga dalam
pembawaan, mampu menjaga norma atau ada' (hukum) yang berlaku, pappasang
(pesan) serta mampu menjaga agamanya agamanya. disini tertanam
nilai-nilai kerendahan hati dan kesabaran.
Badik Makassar
Badik Makassar memiliki Kale (bilah) yang pipih, Battang (perut) yang buncit dan tajam serta Cappa'
(ujung) yang runcing, badik jenis ini disebut dengan badik Sari yang
terdiri atas penghulu (gagang badik), sumpa' kale (tubuh badik) dan
Banoang (sarung badik)
Badik Bugis (Luwu)
Badik Bugis Kawali Bone memiliki bessi atau bilah yang pipih, ujung runcing dan bentuk agak melebar pada bagian ujung, sedangkan Kawali Luwu memiliki bessi pipih dan berbentuk lurus. Kawali pun memiliki bagian-bagian, seperti pangulu (hulu), bessi (bilah) dan wanua
(sarung). Seperti pada senjata tradisional lainnya, kawali juga
dipercaya memiliki kekuatan sakti, baik itu yang dapat membawa
keberuntungan ataupun kesialan.
Kawali Lamalomo Sugi adalah jenis badik yang mempunyai motif
kaitan pada bilahnya dan dipercaya sebagai senjata yang akan
memberikan kekayaan bagi pemiliknya. Sedangkan, kawali Lataring Tellu
yang mempunyai motif berupa tiga noktah dalam posisi tungku dipercaya
akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya berupa tidak akan
kekurangan makanan dan tidak akan mengalami duka nestapa. Itulah
sebabnya, badik ini paling cocok digunakan bagi mereka yang berusaha
di sektor pertanian
Berikut ini adalah beberapa macam badik dari Sulawesi Selatan
1. Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)
badik yang asalnya dari daerah kajuara kabupaten bone , dalam pembuatan
badik ini,, orang2 disekitar kajuara sana masih percaya jika badik
raja dibuat oleh makhluk halus, ketika malam, terdengar suara palu
bertalu-talu dalam lanraseng gaib sampai paginya masyarakat sana
menemukan jadilah sebuah badik raja,, badik ini bilahnya aga” besar
ukurannya 20-25 cm, menurut bang ray divo, Ciri-ciri badik raja
hampir mirip dengan badik lampobattang, bentuk bilahnya agak
membungkuk, dari hulu agak kecil kemudian melebar kemudian meruncing.
Pada umumnya mempunyai pamor timpalaja atau mallasoancale di dekat
hulunya. Bahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung
meteorit yang menonjol dipermukaan, kalau kecil disebut uleng-puleng
kalau besar disebut batu-lappa dan kalau menyebar di seluruh permukaan
seperti pasir disebut bunga pejje atau busa-uwae. Badik raja di masa
lalu hanya digunakan oleh arung atau dikalangan bangsawan-bangsawan
dikerajaan Bone.
2. Badik Lagecong
Badik lagecong,, Badik bugis satu ini dikenal sebagai badik perang,
banyak orang mencarinya karna sangat begitu terkenal dengan mosonya
(racunnya), banyak orang percaya bahwa semua alat perang akan tunduk
pada badik gecong tersebut, ada dua versi , yang pertama ,Gecong di
ambil nama dari nama sang pandre (empu) yang bernama la gecong, yang
kedua diambil dari bahasa bugis gecong atau geco”, yang bisa
diartikan sekali geco” (sentuh) langsung mati, sampai saat ini banyak
yang percaya kalau gecong yang asli adalah gecong yang terbuat dari
daun nipah serta terapung di air dan melawan arus,, wallahu alam,,
panjang gecong biasanya sejengkalan orang dewasa, pamor lonjo,,
bentuknya lebih pipih,tipis tapi kuat,
3. Badik Luwu
Badik luwu,, badik luwu yang berasal dari kabupaten luwu, bentuknya
aga” sedikit membungkuk, mabbukku tedong (bungkuk kerbau), bilahnya
lurus dan meruncing kedepan,, badik bugis kadang diberikan pamor yang
sangat indah, hingga kadang menjadi buruan para kolektor ..di bajanya
terdapat rakkapeng atau sepuhan pada baja yang konon disepuh dengan
bibir dan “maaf” alat kelamin gadis perawan sehingga konon tidak ada
orang yang kebal dengan badik luwu ini,
4. Badik Lompo Battang
Badik lompo battang atau sari,, badik ini berasal dari Makassar,
bentuknya seperti jantung pisang, ada jg yang bilang seperti orang
hamil, makanya orang menyebutnya lompo battang (perut besar), konon
katanya jika ada orang terkena badik ini, maka dia tidak akan bertahan
dalam waktu 24 jam,
Sumber http://lobelobenamakassar.blogspot.com/2011/11/badik-lambang-kedewasaan-anak-bugis.html#ixzz2AdW1TgGX
Kamis, 25 Oktober 2012
Nama Raja Bone
Akkarungeng
Akkarungeng bisa disepadankan dengan pararaton di Jawa Timur (Kitab Raja-raja, yang memuat kisah raja-raja zaman kerajaan Singasari dan Majapahit). Akkarungeng adalah sebuah kitab yang memuat peristiwa suksesi di Kerajaan Bone; diawali oleh pengangkatan raja/mangkau’ oleh kelompok-kelompok masyarakat (anang), masa keemasan dan masa kemunduran sampai akhirnya berintegrasi dengan Republik Indonesia.
Hampir tidak ada bukti fisik yang dapat ditelusuri untuk mencari tahu
sejarah awal Kerajaan Bone selain tulisan-tulisan kuno yang terdapat
dalam lontara’. Hanya sedikit informasi dari lontara’ sebagai sebuah
fakta, bahkan mengenai asal-usul Manurung-E disinyalir sebagai mitos, berupa dongeng yang bersumber dari “sure La Galigo” dan budaya tutur masyarakat Bone. Namun, setelah era Manurung-E,
kesadaran akan sejarah agaknya mulai mendapat perlakuan khusus yang
ditandai dengan keinginan pihak kerajaan maupun masyarakat luas
melakukan penulisan silsilah dan keturunan raja-raja yang sudah ditulis
dengan cermat dalam lontara’ sehingga kesahihannya dapat
dipertanggungjawabkan.
Sebagai cross check untuk menentukan tahun berdiri kerajaan Bone, peristiwa-peristiwa alam yang tertulis dalam pararaton atau prasasti di bekas reruntuhan kerajaan Majapahit di
Jawa Timur, sinkron dengan peristiwa-peristiwa alam yang tertulis dalam
lontara’. Hal ini sedikit banyaknya memberikan andil untuk membuat
sejumlah asumsi untuk mengungkap masa awal kerajaan Bone.
Bahan baku pada Akkarungeng ini diambil dari karya Drs. A. Amir Sessu, Mantan Kasi Kebudayaan Kandepdikbud Kabupaten Bone yang disadur dari Lontara’ Akkarungeng ri Bone
yang selanjutnya ditulis ulang oleh Asmat Riyadi, pendidik dan
budayawan di Bone. Namun oleh pengelolah blog ini disajikan dalam format
yang berjenjang untuk mengklasifikasi awal pemerintahan,
perubahan-perubahan kebijakan, silsilah dan keterangan-keterangan lain.
Jikapun ada tambahan akan diusahakan memberi referensi jika pembaca
berminat untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Rabu, 24 Oktober 2012
Global Warming
Global warming atau pemanasan global adalah proses peningkatan suhu
bumi yang diakibatkan oleh efek rumah kaca. Apakah efek rumah kaca
tersebut? Efek rumah kaca adalah efek yang dihasilkan gas-gass rumah
kaca yang menahan sinar matahari agar tetap di dalam bumi dan tidak
mengalami radiasi ke luar angkasa. Efek rumah kaca ini sangat berguna
bagi kehidupan di bumi karena jika tidak ada efek ini, suhu bumi akan
sangat dingin.
Apa sajakah yang termasuk gas-gas rumah kaca tersebut? Gas rumah kaca
yang paling berpengaruh adalah karbondioksida, metana, dan dinitro
oksida. Sedangkan gas-gas rumah kaca yang lain tidak terlalu berpengaruh
banyak.
Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir
Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir
Efek rumah kaca wajar terjadi di alam. Tetapi jika jumlah gas rumah
kaca ini melebihi batas normal, maka peningkatan suhu bumi juga akan
semakin besar. Ini dinamakan oleh para ilmuwan dengan Global Warming
atau pemanasan global. S
uhu Bumi meningkat dikarenakan panas yang diterima Bumi tidak dapat
diradiasikan ke luar angkasa kembali. Karena suhu Bumi yang semakin
panas, terjadi perubahan iklim dunia atau yang disebut Climate Change.
Gas rumah kaca yang menyebabkan Global Warming ini dihasilkan
oleh pembakaran bahan bakar fosil yang digunakan dalam berbagai
aktivita kehidupan manusia seperti industri dan transportasi. Jika
peningkatan suhu Bumi dibiarkan, maka seluruh es yang ada di Bumi ini
akan mencair dan akibatnya permukaan laut akan naik. Inilah yang sangat
berbahaya karena dapat menyebabkan perubahan muka daratan bumi.
Untuk menanggulangi pemanasan global, emisi gas rumah kaca ini harus
dikurangi atau dihilangkan. Untuk itu, perlu dicari bahan bakar
alternatif yang ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan emisi gas rumah
kaca.
BATU AKIK DIJARI PRIA, BIKIN PERKASA?
Apakah anda salah satu pemakai batu akik? Menurut
sejarah 15.000 tahun yang lalu pria sudah memakai batu akik sebagai
aksesoris tubuhnya. Bahkan Batu akik dipercaya sebagai pakaian raja,
bagian dari kemuliaan, kemakmuran, keperkasaan pria, dan penguat aura
tubuh serta bisa mendatangkan banyak keajaiban. Saya sendiri hingga saat
ini juga memakai cincin berbatu akik, awalnya ketika saya selesai
kuliah dan mau merantau diberikan paman sebuah cincin lengkap dengan
batu akiknya (saya lupa nama batunya…). Kata paman batu akik pada cincin
itu dapat memberikan aura positif yang membawa saya tenang dalam
bersikap dan disukai banyak orang, sehingga akan mudah mendapatkan
teman, disukai dalam pergaulan, disukai lawan jenis (hati-hati ini bisa
membuat kamu jadi playboy kata paman bersoloroh) dan tentunya dimudahkan
dalam mendapatkan pekerjaan. Percaya atau tidak, saya menerima saja
walau canggung juga karena cincin batu akik di kampung saya biasanya
didominasi lelaki yang sudah berisitri atau laki-laki yang sudah tua
saja. hampir 10 tahun saya memakai cincin itu memang saya sepertinya
dimudahkan oleh Tuhan dalam pergaulan, banyak teman dan saudara,
dimudahkan mencari kerja serta disayangi bos hehe dan tentunya sering
juga bergonta ganti pacar hahahaha……
Anehnya, setelah saya bertunangan Batu akik itu hilang ( supaya saya
tidak playboy lagi kali ya..hehe). Ketika mau akad nikah saya
mendapatkan pengganti cincin batu akik yang hilang itu diberikan suami
kakak perempuan saya nama batunya “batu sungai dareh” berwarna hijau
lumut sedang cincin pengikatnya terbuat dari perak. Menurut abang saya
itu batu ini dapat meningkatkan hubungan dengan alam sekitar, dapat
membantu menghilangkan racun dalam darah dan menyeimbangkan energi
emosional serta membuat pria jadi perkasa …uhuy! Sejak memakai batu
akik ini, sekali lagi percaya atau tidak sepertinya khasiat yang
disebutkan kok sepertinya ada benarnya hehe
Nah, apakah pembaca percaya semua itu karena batu akik yang saya pakai?
Saya sendiri tidak percaya sama sekali, kalau saya merasa banyak teman,
mudah mendapatkan pekerjaan, atau banyak pacar itu semua adalah kuasa
Tuhan, dan buah dari prilaku kita sehari-hari. Ingin banyak teman maka
dalam keseharian kita janganlah pelit, sopanlah dalam bertutur kata,
jangan gampang emosi, dan sebagainya. Ingin dimudahkan mendapatkan
pekerjaan, berdoa dan teruslah berusaha, cari relasi dan sahabat
sebanyak-banyaknya, jangan malu minta bantu saudara dan kenalan, dan
lain-lain. Banyak pacar? ah yang bener saja…..tampang pas-pasan begini,
masa bisa punya banyak pacar hehe……
Menurut agama yang saya anut yaitu Islam, percaya kepada benda mati
seperti batu cincin, jimat, sihir, ramalan, dan sebagainya dan dipercaya
dapat mendatangkan kemuliaan, kemakmuran dan lain-lain akan membawa
kita kepada jurang kemusyrikan. Musyrik adalah dosa besar. Amal ibadah
kita hanya sia-sia jika masih berprilaku musyrik. Tobat dalam keadaan
musyrik pasti tidak diterima.
Dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW memang memiliki cincin yang dipakai beliau dijari kanan, namun fungsinya bukan untuk keajaiban aneh-aneh, cincin itu berfungsi sebagai stempel resmi negara. Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ketika beliau SAW ingin berkirim surat kepada para raja dan penguasa dunia untuk mengajak mereka masuk agama Islam, didapat informasi bahwa para raja tidak mau menerima surat kecuali yang adastempel resminya. Maka sebagai kepala negara, saat itu beliau SAW pun membuat stempeldan disematkan pada tiap surat yang dikirim. Tulisan di stempel itu adalah “Muhammad Rasulullah.” Di masa itu, yang namanya stempel berbentuk cincin, sehingga ke manapun bisa dibawa-bawa. Dan penyebutan dalam bahasa arabnya adalah khatim, yang artinya cincin dan juga berarti stempel.
Dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW memang memiliki cincin yang dipakai beliau dijari kanan, namun fungsinya bukan untuk keajaiban aneh-aneh, cincin itu berfungsi sebagai stempel resmi negara. Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ketika beliau SAW ingin berkirim surat kepada para raja dan penguasa dunia untuk mengajak mereka masuk agama Islam, didapat informasi bahwa para raja tidak mau menerima surat kecuali yang adastempel resminya. Maka sebagai kepala negara, saat itu beliau SAW pun membuat stempeldan disematkan pada tiap surat yang dikirim. Tulisan di stempel itu adalah “Muhammad Rasulullah.” Di masa itu, yang namanya stempel berbentuk cincin, sehingga ke manapun bisa dibawa-bawa. Dan penyebutan dalam bahasa arabnya adalah khatim, yang artinya cincin dan juga berarti stempel.
kesimpulannya, kalau mau pakai cincin, silahkan saja. Karena memang ada
contohnya dari nabi SAW. Tetapi kalau diikuti dengan kepercayaan di luar
logika dan nalar, sebaiknya anda berhenti dari jalur syirik. Agar
jangan sampai semua amal baik anda selama ini menjadi hangus sia-sia.
Selamatkan Bumi dengan 3R
Recycle atau mengolah kembali yaitu kegiatan yang
memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya dengan
merubahnya menjadi barang yang sama atau barang yang lain, seperti
merubah kain-kain bekas menjadi tas belanja atau botol plastik yang bisa
di recycle menjadi mainan anak-anak.
Reuse
yaitu menggunakan kembali barang-barang lama yang masih bisa digunakan,
seperti botol minum yang bisa diisi ulang, untuk mengurangi pembelian
air minum dalam kemasan atau memberikan baju-baju bekas kepada yang
membutuhkan. Intinya adalah mengurangi pola hidup konsumtif yang
menyebabkan tingginya produksi barang-barang tersebut dan menyerap
banyak energi alam.
Reduce atau mengurangi bentuk kegiatan atau perilaku
yang dapat mengurangi penggunaan produk secara berlebihan sehingga
meningkatkan volume sampah rumah tangga, jadi belilah barang berdasarkan
kebutuhan, bukan sama sekali dilandasi oleh keinginan semata dan sebisa
mungkin barang tersebut bisa dipakai ulang.
Bersikaplah Seperti Air
Apakah ada perbedaan yang signifikan antara mengkader dan mendidik..?
saya rasa kita semua sepakat bahwa di antara keduanya meskipun sedikit,
namun kita semua sepakat bahwa perbedaan yang sedikit itu tidaklah
berarti dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari keduanya.
Terkadang tekanan yang datang bertubi-tubi baik yang datangnya dari luar
maupun yang datangnya dari dalam diri kita sendiri bisa melemahkan
semangat dan mental kita dalam melakoni hal ini. Namun sesungguhnya
tekanan yang datangnya dari dalamlah tekanan yang paling berat yang bisa
merintangi niat tulus kita. Faktor bermain perasaan dan kondisi
kejiwaan bisa saja meruntuhkan kerangka ide dan pikir kita dalam
mendidik.
Emosi, terkadang membuat kehilangan kontrol atas penguasaan diri kita. Kecewa, terkadang membuat kita menjadi apatis lagi, cuek, dan acuh tak acuh terhadap mereka yang akhirnya bisa saja membuat mereka yang kita kader menjadi prematur akibat di tinggalkan sebelum masanya tiba. Cengeng dan sentimental, meninggalkan kesan tak berwibawa di mata mereka yang kita kader yang sebenarnya masih menganggap kita sebagai sosok yang ideal di mata mereka. Ada pula sebagian orang yang menumpahkan airmatanya dalam mendidik, apakah itu sebagai wujud ekspresi kesedihan yang mendalam, emosi yang tak teraktualkan, kekecewaan berlebihan, ataukah ada hal lain yang menjadi pemicu sehingga airmata itu tertumpah di hadapan mereka.
Dalam mendidik, yang menjadi pusat sorotan kita adalah nilai yang kita bawa untuk mereka. Bagi mereka, performance yang tentunya menjadi acuan pandangan bagi mereka . Airmata yang tertumpah tersebut yang justru menandakan kelemahan mental sang pendidik, mengakibatkan ketidakpercayaan dan bahkan menjadi acuh tak acuh lagi terhadap sang pendidik maupun terhadap nilai yang dibawanya.
Penguasaan diri yang baik, cerdik melihat situasi, serta keselarasan antara pola tingkah dan nilai yang dibawa oleh sang pendidik tentunya akan menjadi sorotan utama bagi mereka yang kita didik. cengeng dan bersikap lemah tentunya akan menimbulkan kesan tidak percaya lagi baik terhadap pendidik maupun bagi nilai yang dibawanya. Padahal sebenarnya kita bisa menjadi kuat dihadapan mereka, kuat karena bisa menahan emosi, kuat karena menanggung kecewa, serta kuat karena mampu menutupi kesedihan yang berlebihan.
Mereka mungkin akan memilih-milih kedekatan dan keakraban berdasarkan cara pendekatan yang diterapkan oleh sang pendidik. Bagi mereka yang terlalu konsisten dalam kelembutan akan menimbulkan kesan tak mudah marah sehingga dengan mudah pula untuk dipermainkan. Namun ada pula yang terlalu konsisten dalam kekerasan; sehingga jangankan untuk dekat, memandang matanya pun seakan tak sanggup bagi mereka. Terlalu lembut maupun terlalu keras tentu saja tidak akan meninggalkan kesan dan melekatkan nilai yang kita bawa dalam benak mereka. Dalam hal ini, Tak ada salahnya bersikap seperti air. Tenang, dalam, sejuk, menyegarkan namun menghanyutkan. Ada kekerasan yang teratur terselip dalam kelembutannya, dan begitu pula sebaliknya.
Pengkaderan yang mulia itu adalah hanya semata-mata untuk memperbaiki jalan hidup orang lain. Hal itu berarti pula bahwa sebenarnya kita sayang dan peduli terhadap mereka yang kita kader. Terkadang harus lembut, terkadang pula keadaan harus memaksa kita untuk keras. Yakini dan niatkanlah itu semata-mata untuk kebaikan mereka yang kita sayangi. begitulah cara kita menyayangi mereka. Ketika kita menjadi keras biarkanlah mereka akan menganggap anda sebagai sosok yang jahat, tapi percayalah justru melalui tangan andalah suatu saat nanti mereka akan sadar bahwa sebenarnya anda dan nilai yang anda bawalah yang membawa perubahan yang positif terhadap mereka kelak. Percayalah ada jariah yang terselip disana.
Emosi, terkadang membuat kehilangan kontrol atas penguasaan diri kita. Kecewa, terkadang membuat kita menjadi apatis lagi, cuek, dan acuh tak acuh terhadap mereka yang akhirnya bisa saja membuat mereka yang kita kader menjadi prematur akibat di tinggalkan sebelum masanya tiba. Cengeng dan sentimental, meninggalkan kesan tak berwibawa di mata mereka yang kita kader yang sebenarnya masih menganggap kita sebagai sosok yang ideal di mata mereka. Ada pula sebagian orang yang menumpahkan airmatanya dalam mendidik, apakah itu sebagai wujud ekspresi kesedihan yang mendalam, emosi yang tak teraktualkan, kekecewaan berlebihan, ataukah ada hal lain yang menjadi pemicu sehingga airmata itu tertumpah di hadapan mereka.
Dalam mendidik, yang menjadi pusat sorotan kita adalah nilai yang kita bawa untuk mereka. Bagi mereka, performance yang tentunya menjadi acuan pandangan bagi mereka . Airmata yang tertumpah tersebut yang justru menandakan kelemahan mental sang pendidik, mengakibatkan ketidakpercayaan dan bahkan menjadi acuh tak acuh lagi terhadap sang pendidik maupun terhadap nilai yang dibawanya.
Penguasaan diri yang baik, cerdik melihat situasi, serta keselarasan antara pola tingkah dan nilai yang dibawa oleh sang pendidik tentunya akan menjadi sorotan utama bagi mereka yang kita didik. cengeng dan bersikap lemah tentunya akan menimbulkan kesan tidak percaya lagi baik terhadap pendidik maupun bagi nilai yang dibawanya. Padahal sebenarnya kita bisa menjadi kuat dihadapan mereka, kuat karena bisa menahan emosi, kuat karena menanggung kecewa, serta kuat karena mampu menutupi kesedihan yang berlebihan.
Mereka mungkin akan memilih-milih kedekatan dan keakraban berdasarkan cara pendekatan yang diterapkan oleh sang pendidik. Bagi mereka yang terlalu konsisten dalam kelembutan akan menimbulkan kesan tak mudah marah sehingga dengan mudah pula untuk dipermainkan. Namun ada pula yang terlalu konsisten dalam kekerasan; sehingga jangankan untuk dekat, memandang matanya pun seakan tak sanggup bagi mereka. Terlalu lembut maupun terlalu keras tentu saja tidak akan meninggalkan kesan dan melekatkan nilai yang kita bawa dalam benak mereka. Dalam hal ini, Tak ada salahnya bersikap seperti air. Tenang, dalam, sejuk, menyegarkan namun menghanyutkan. Ada kekerasan yang teratur terselip dalam kelembutannya, dan begitu pula sebaliknya.
Pengkaderan yang mulia itu adalah hanya semata-mata untuk memperbaiki jalan hidup orang lain. Hal itu berarti pula bahwa sebenarnya kita sayang dan peduli terhadap mereka yang kita kader. Terkadang harus lembut, terkadang pula keadaan harus memaksa kita untuk keras. Yakini dan niatkanlah itu semata-mata untuk kebaikan mereka yang kita sayangi. begitulah cara kita menyayangi mereka. Ketika kita menjadi keras biarkanlah mereka akan menganggap anda sebagai sosok yang jahat, tapi percayalah justru melalui tangan andalah suatu saat nanti mereka akan sadar bahwa sebenarnya anda dan nilai yang anda bawalah yang membawa perubahan yang positif terhadap mereka kelak. Percayalah ada jariah yang terselip disana.
Langganan:
Postingan (Atom)
